Berita Terbaru
Agenda Kegiatan
PENUNDAAN RAPAT PIMPINAN
Selasa,17 10 2017
RAPAT PIMPINAN
Senin,16 10 2017
RAPAT PIMPINAN
Selasa,17 10 2017
RAPAT PIMPINAN
Kamis,12 10 2017
FINALISASI BORANG AIPT UMK
Jumat,29 09 2017
Pengumuman
PENGUMUMAN HASIL TES SPMB UMK GELOMBANG II
25/8/2017
SYARAT DAN PROSEDUR PENDAFTARAN KKA GENAP 2017
11/7/2017
PELAKSANAAN KKA TERINTEGRASI GENAP 2017
11/7/2017
JADWAL PENERIMA APEL PAGI DAN SORE UMK 2017
6/7/2017
Survei Mahasiswa dan Dosen
6/7/2017
Pedoman Akademik
Statistik Pengunjung
- Online 2
- Hari ini 162
- Kemarin 195
- Bulan ini 3571
- Total 56961
real
time web analytics
Lihat Rincian Statistik
FAPERTA UMK BERDAYAKAN PETANI BINAAN DESA
1/11/2017, Oleh: Muhammad Nur Djafar Sigaro

Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan yang mempunyai peluang pasar cukup terbuka baik ekspor maupun kebutuhan dalam Negeri. Dengan kata lain, potensi untuk menggunakan industri kakao sebagai salah satu pendorong pertumbuhan dan distribusi pendapatan cukup terbuka. Namun demikian, agribisnis kakao di Indonesia masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain masih rendahnya pengembangan produk hilir yang dapat memberikan nilai tambah. 


Dalam upaya transfer inovasi teknologiPerguruan Tinggi sebagai salah satu stakeholder memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM).  Melalui Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi diharapkan dapat membantu pemerintah dan petani dalam mengadopsi inovasi teknologi pertanian dalam rangka meningkatkan pendapatan dan produksi petani. Sebagai wujud dari pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) melakukan kerjasama kepada pemerintah daerah Kabupaten Kolaka, melalui Ipteks bagi Mayarakat (IbM) yang merupakan program mono tahun Hibah Kemenristekdikti. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) UMK  Asriani, SP.M.Sc dan Ir. Syafruddin, K.sD, M.S.


Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan yang mempunyai peluang pasar cukup terbuka baik ekspor maupun kebutuhan dalam negeri. Dengan kata lain, potensi untuk menggunakanindustrikakaosebagai salah satu pendorong pertumbuhan dan distribusi pendapatan cukup terbuka. Namun demikian, agribisnis kakao Indonesia masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain masih rendahnya pengembangan produk hilir yang dapat memberikan nilai tambah.

 

Ketua Tim Pelaksana Program IbM, Asriani, SP.M.Sc yang juga merupakan Dosen Fakultas Pertanian UMK menyatakan bahwa, tujuan program IbM yang dilaksanakan kali ini  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok tani kakao, dalam memproduksi produk olahan kakao melalui teknologi pengolahan bubuk kakao, menyiapkan sarana dan peralatan yang mendukung dalam mendirikan usaha baru atau usaha mikro, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok tani kakao dalam bidang manajemen dan pemasaran, terangnya.

 

Sementara  itu kepala Desa Langgomali, Drs. Sahiruddin menyampaikan, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa Langgomali yang selama ini hanya menjual kakao dalam bentuk biji kering karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan tentang teknologi pengolahan kakao kering menjadi bubuk, teknologinya sederhana namun dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat, setidaknya setelah kegiatan ini dilaksanakan masyarakat desa langgomali tidak perlu lagi membeli coklat bubuk untuk membuat kue terutama pada saat hari raya karena secara sederhana mereka sudah mampu memproduksi sendiri, ungkapnya dengan antusias.